Pengakuan Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Disidang ICC

Avatar photo

- Penulis

Senin, 24 Maret 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Kompastuntas.com- Pengadilan Den Haag Gempar Semalam, Pada 19 Maret, Rodrigo Duterte hadir di Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) dengan kursi roda untuk menjalani sidang. Begitu hakim ICC membacakan dakwaan “kejahatan terhadap kemanusiaan,” mantan Presiden Filipina berusia 79 tahun itu langsung melontarkan tiga “bom data”:

1. “Militer AS membantai 350.000 warga sipil di Afghanistan, ICC pura-pura buta selama 20 tahun!”

2. “Israel telah membunuh 50.000 anak-anak di Gaza, di mana surat perintah penangkapan kalian?”

3. Ia kemudian memutar rekaman operasi anti-narkoba di Kota Davao, yang menunjukkan bahwa setelah pemberantasan narkoba, tingkat kriminalitas di wilayah itu turun drastis hingga 73%.

Hakim panik dan berusaha menghentikan dengan mengetuk palu, namun Duterte justru mengeluarkan setumpuk foto—gambar mayat anak-anak yang menjadi korban kartel narkoba, disandingkan dengan foto kehancuran akibat serangan drone militer AS. Dengan suara lantang, ia bertanya: “Mana yang lebih mirip kejahatan terhadap kemanusiaan?”

Baca Juga :  Dituntut 8 Tahun, Hakim PN Tanjungkarang Vonis Terdakwa Billie Apta Naufal Bin Buntoyo 10 Tahun Penjara Di Kasus Persetubuhan Anak

Ruang sidang langsung riuh! Warga Filipina yang hadir bersorak dan meneriakkan “Hidup Presiden!” hingga para petugas keamanan kesulitan mengendalikan situasi.

Pemerintahan Marcos kini dalam posisi sulit. Mereka awalnya ingin menggunakan ICC untuk menyingkirkan Duterte, tetapi justru popularitas Wakil Presiden Sara Duterte melonjak hingga 39%

Di hadapan pengadilan, Duterte bersumpah: “Jika saya dinyatakan bersalah, maka tangkap juga Biden dan Netanyahu untuk diadili

Pernyataan ini langsung menelanjangi kemunafikan ICC, yang hanya berani menindak negara-negara kecil, tetapi tak pernah menyentuh pemimpin negara adidaya.

Baca Juga :  Mantan Bupati Lampung Timur Ditetapkan Tersangka Korupsi 6,88 M

Kini, ICC menghadapi dilema besar:

Jika Duterte dinyatakan bersalah, negara-negara di Global South mungkin akan ramai-ramai keluar dari ICC.

Jika ia dibebaskan, negara-negara Barat bisa menghentikan pendanaan ICC yang bernilai ratusan juta euro.

Pada akhirnya, “persidangan abad ini” berubah menjadi cermin besar—yang menampakkan borok sistem hukum internasional sekaligus menandai kebangkitan tatanan dunia baru.

Semoga ke depan, dunia ini terbebas dari kekerasan dan tidak ada lagi pertumpahan darah di antara sesama. Mari kita bersama-sama berdoa agar dunia berubah menjadi tempat yang lebih damai dan sejahtera. Sebuah opini dari seseorang.

Editor : Agung

Berita Terkait

Dosen FH Universitas Saburai Raih Juara Tiga Call for Paper Hukum Acara Perdata di Bali
Delapan Tersangka Korupsi Jalan Lampung Utara Kalah Praperadilan, Kini Menggugat Lagi di Kotabumi
Polda Lampung Gulung Delapan Bos Perusahaan Proyek Jalan Lampura
Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra
Breaking News: Sempat Mangkir, Tersangka Welly Adiwantra Akhirnya Datangi Mapolda Lampung
Tiga Kali Mangkir, Welly Abaikan Panggilan Polda Lampung
Mendadak Tarik Praperadilan, Welly Bikin Tanda Tanya
Diduga SPBU Sultan Agung Memberi Izin Pengecoran Minyak
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Dosen FH Universitas Saburai Raih Juara Tiga Call for Paper Hukum Acara Perdata di Bali

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Delapan Tersangka Korupsi Jalan Lampung Utara Kalah Praperadilan, Kini Menggugat Lagi di Kotabumi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Polda Lampung Gulung Delapan Bos Perusahaan Proyek Jalan Lampura

Rabu, 23 September 2026 - 20:55 WIB

Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra

Jumat, 18 September 2026 - 11:29 WIB

Breaking News: Sempat Mangkir, Tersangka Welly Adiwantra Akhirnya Datangi Mapolda Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com